Selasa, 12 April 2016
Pernahlah kamu berpikir kamu diciptakan untuk apa?
"well... 6 April 2016 this is gonna be the best day of my life" yap mungkin itu salah satu kalimat yang bisa mewakili betapa senangnya Aku pada hari itu.
Jumat, 10 Juli 2015
Diktator Intelektual
Flashback
saat itu Aku yang tiba-tiba dipilih sebagai ketua penggalian dana melalui
pembuatan yang katanya “identitas” tidak boleh mahal tapi yang murah (Aku cuma
bisa meringis dalam hati) ingin menyampaikan sosialisasi ke mereka, namun tahu
apa? Tanggapannya “sudah, percuma juga kamu bicara toh gak ada yang mau
dengerin”. Memang niatan baik belum tentu direspon dengan baik, jujur Aku
kecewa mendengarnya tapi..Aku brusaha untuk bersabar, Aku berusaha mengalihkan
pikiranku ya mungkin waktunya saat itu kurang tepat.
Ini
bermula dari sikap mereka yang tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan.
Masih teringat diingatanku Aku yang waktu itu sendiri di gazebo sedang berkutat
dengan laptopku yang setia Aku gunakan untuk membuat tugas. Pertama salah satu
dari mereka menghampiri Aku menanyakan
kegiatan jurusan yang akan dilaksanakan. Memang, kegiatan ini sepertinya kurang
direspon baik oleh banyak pihak, begitu juga dengan Aku yg sebenarnya kurang
setuju dengan kegiatan yang menurutku dibalik kegiatan ini ada pihak-pihak yang
sengaja mengambil keuntungan. Namun dari sekian lama Aku baru menyadari semua
itu setelah Aku mendapati sebuah buku yang berisi kalau bisa dikatakan itu
adalah “eksploitasi” hahaha entahlah…Berbincang-berbincang,
satu persatu mereka menghampiriku, awalnya Aku pikir mereka bisa diajak bekerja
sama tapi jauh dr perbincangan itu justru Aku di ceramahi habis-habisan, Aku
yang seperti orang dungu tidak mengerti apa sebenarnya permasalahan mereka
dengan generasi di atasku tapi kenapa Aku yang tidak mengerti apa-apa ini jadi
sasaran mereka. Bak seekor rusa Aku seperti dikelilingi oleh singa-singa yang
siap menerkam. Aku berusaha untuk bersabar lagi, walaupun saat itu Aku tidak
bersama dengan teman-temanku, tapi Aku berusaha untuk tetap tenang dan mengiyakan
kata-kata mereka yang seperti pisau itu. Aku berusaha mengalihkan pikiranku,
hah mungkin maksud mereka baik hanya saja cara mereka utuk menyampaikannya yang
salah.
Setahun
setelah kepemgurusan yang lama, kini Aku terpilih menjadi wakil ketua di organisasi
ini. Aku dan temanku yang telah terikat dengan tanggungjawab ini berusaha untuk
melaksanakan tanggung jawab yang mereka berikan kepada kami. Kesalah pertama
yaitu waktu Januari-mei terbuang sia sia karena kurangnya inisiatif dari kami
untuk menyelenggarak kegiatan. Sampai pada akhirnya kejadian ini terulang
kembali.
Saat itu temanku yang menjadi ketua
berusaha untuk mengordinir perwakilan dari angkatan untuk turut serta pada saat
rapat, ya itu sebelumnya adalah ideku. Sempat terfikir pada kepungurusan
sebelumnya yang kurangnya kordinasi dengan tingkat lainnya Aku tidak mau itu
terulang kembali, sedangkan pada saat itu temanku ini belumlah tahu mengenai
kepengurusan yang sebelumnya maka dari itu Aku menyarankan kepada temanku ini
agar kegiatan apapun yang kita lAkukan hendaknya kita melibatkan semua
tingkatan agar mereka juga bisa ikut andil dalam kegiatan yang kita jalankan.
Kata-kata pesan disusun sedemikian rupa bermaksud mengundang mereka yang
dipostkan pada group yang katanya forum diskusi dan silahturahmi, namun..
kembali lagi sepertinya niatan kami mendapat sedikit respon. Melihat hal ini Aku
berinisiatif untuk menghubungi salah satu dari mereka dan berusaha memberi
penjelasan agar perwakilan dari mereka bisa datang, sayang sekali apa yang Aku
harapkan justru kembali direspon tidak baik bahkan kata-kata yang tidak
mengenakkan Aku terima. Entahlah padahal waktu singa-singa itu menceramahiku
dulu ada kata-katanya yang mengatakan “makanya besok-besok kalau rapat itu
undang kita! Jangan seenaknya aja, kalian itu anggap kita apa sih?”. Entah yang
salah itu Aku atau mereka, sampai-sampai Aku terdiam sejenak berusaha
menenangkan pikiran apa mungkin Aku yang salah, tapi salahku sebenarnya itu
apa? Kenapa sikap mereka selalu seperti itu?
Tanpa dipungkiri perwakilan dari
mereka datang utuk rapat, ternyata ide-ide kami kurang disetujui, hmm…tak
masalh bagiku karena dalam berorganisasi yang Aku tahu tidaklah mudah memang
menyatukan semua pendapat. Yang benar saja, kata-kata pisau mereka kembali
mereka lontarkan. Setibanya salah seorang penengah datang malam itu berusaha
memberikan pengertian barulah mereka bernada rendah. Hah, hanya segitu ternyata
kemampuannya.. lalu dulu saat mereka dan kumpulannya dengan seluruh kata-kata
idealisnya itu lalu apa? Emosiku saat itu benar-benar memuncak, Aku hanya bisa
diam saja pikiranku sudah melayang-layang entah kemana sampai-sampai Aku melAkukan
suatu tindakan yang menurutku itu adalah tindakan terbodoh yang pernah Aku lAkukan,
saking tidak tahannya Aku dengan sikap mereka yang seperti berpura-pura itu
sampai pada akhirnya Aku meneruskan langkahku untuk pergi dari tempat itu.
Terkadang Aku menyesali ego yang memuncak saat itu, bagaimana tidak, Aku bahkan
seperti lupa orang-orang yang hadir selain mereka Aku tinggalkan begitu saja.
Jujur itu adalah amarah yang tidak bisa Aku tahan, tapi apa yang lain mengerti?
Bodoh memang iya Aku bodoh mana mungkin yang lain tahu sedangkan Aku sendiri
tidak pernah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada siapapun bahkan temanku
sendiri. Marah iya saat itu aku benar-benar marah.
Lama Aku berpikir, untuk apa Aku
bersikap seperti itu, sampai pada akhirnya Aku memutuskan Aku harus berubah.
Terserah seperti apa anggapan orang lain menilaiku, yang terpenting itu
bukanlah penilaian mereka melainkan seberapa bisa Aku bersikap lebih baik lagi
semenjak kejadian itu.
![]() |
| Sasih Mimba |
Sasih Mimba, sasih itu bulan dan
mimba itu adalah tempayan.
Ibarat melihat bayangan bulan di
dalam tempayan yang berisi air.
Jika air itu keruh bayangan bulan
tidak akan bisa terlihat
Jika air itu terus beriak tentunya
bayangan bulan tak akan nampak jelas
Jadi yang diperlukan itu adalah
sederhana..yaitu ketenangan
Apabila air jernih
Apabila air tenang
Maka bayangan bayangan bulan akan nampak
Begitupula dengan pikiran manusia
Apabila bisa berpikir dengan tenang
Maka kamu akan dapat mengambil
keputusan yang tepat
Kata-kata
seseorang yang pernah menasehatiku, sederhana memang tapi maknanya sangat
mendalam. Bahkan dengan kata-kata yang sesederhana itupun bisa merubah jalan
pikirku.
Aku sudah tidak mempersalahkan hal
itu lagi, setidaknya aku telah berusaha untuk meredam emosiku.
Awal bulan Juni, saat itu Aku dengan
2 orang temanku berkutat dengan proposal penggalian dana, aku dan temanku ini
telah berencana kami akan menyelenggarakan olimpiade dimana kegiatan ini belum
pernah terjamah sama sekali. Namun, sayangs sekali ide-ide yang tidak jelas
kembali bermunculan sampai pada akhirnya Aku mulai terjebak jauh di dalamnya.
Rabu, 22 April 2015
Dimana Kata Adil?
![]() |
| sometimes i search so hard for words i look for away to interpret the language of this heart and unspoken bond i feel but in the end i am left with nothing but silence. Deep down i hope is understand |
Ujian
itu bukan hanya masalah A, B, C atau D yang bisa menjadi tolak ukur kemampuan
seseorang tapi menurutku itu lebih seberapa mampu seseorang bisa jujur dengan
dirinya sendiri. Hari ini adalah puncak amarahku, seperti Aku harus belajar
lagi untuk yang namanya bersabar. Aku mulai muak melihat kecurangan yang selalu
Aku lihat tapi Aku tidak berdaya untuk melakukan apapun. Bukan tanpa alasan
kenapa Aku setiap mengikuti ujian lebih memilih duduk di depan melainkan itu
adalah pembuktian terhadap janjiku pada diriku sendiri.
Masih
ingat jelas di ingatanku disaat sebuah kejujuran itu diragukan, saat itu Aku
seperti di posisi yang serba salah ketika seseorang bertanya di situasi yang
tidak tepat, tapi justru seseorang yang menjadi panutanku menilaiku dari sudut
pandangnya sendiri tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Kecewa, iya
pasti…tapi semenjak itu Aku sudah berjanji, di jalan saat dada ini sesak
menahan amarah yang akhirnya berujung dengan air mata Aku berjanji dengan diriku
sendiri, Aku akan membuktiakan bahwa apa yang dikatakannya dan persespsinya
tersebut adalah salah, semenjak itu
kenapa setiap ujian Aku lebih memilih duduk sendiri di depan.
Korupsi?
di tengah-tengah banyak bibir-bibir yang mengelu-elukan anti korupsi, tapi
kenapa banyak kecurangan yang tetap terjadi? Handphone yang seharusnya jadi
media yang lebih bermanfaat tapi kini sering disalah gunakan. Olehnya tidak
diketahui semua itu, dada ini semakin sesak rasanya ketika Aku berada di suatu
keadaan dimana Aku ingin merubah semua itu, dimana Aku ingin melakukan
pembuktian, dimana Aku ingin belajar jujur. Sayang sekali olehnya semua itu tak
terlihat, terasa tak adil bagiku. Entah karena lelah atau membiarkanya, sampai
sekarang Akupun tidak mengerti. Langkahku seperti tidak ada semangatnya, setiap
kali hal itu terlihat olehku ingin rasanya Aku katakana bahwa Aku muak, tapi
dengan siapa? bahkan di saat malam sepulang itu Aku “tadi Aku melihat ketidakjujuran, orang-orang
bermuka dua telah menyalahgunakan teknologi, Aku kesal tapi tak berdaya untuk
merubah itu” batinku berteriak. Mungkin tidak ada yang mengerti, bahkan bibir-bibir
mengatakan “kenapa tidak ikut aja seperti mereka, di jaman sekarang kamu jujur
toh tidak ada yang memperdulikan dan tau akan semua itu”. Disisi lain nafas
panjang yang Aku tarik mengisyaratkan kekecewaan yang Aku dapatkan. Sekelumit
pikiranku juga bercabang dimana di saat Aku giat-giatnya mengikuti suatu tes
dimana Aku tidak mau mengulang kegagalan yang Aku alami di suatu kota
sebelumnya. Aku tidak mengerti, kenapa justru disaat Aku tengah bersemangat
untu belajar, olehnya yang Aku selalu jadikan panutan selama ini seperti
meruntuhkan semangatku yang Aku bangun selama ini. Tidak ada yang mengerti
memang, namun untuk kesekian kalinya Aku merasa terabaikan. Terkadang terpikir
olehku untuk perlu kalanya Aku menjauhkan diri dari orang-orang sejenak. Aku
diam, buka karena tidak ingin bicara tapi karena di otakku banyak pertanyaan
yang belum terjawab, kenapa ia yang selalu Aku jadikan contoh berbalik
mengabaikanku. Aku memang bodoh, tapi itu bukan berarti sebagai penghalang Aku
tetap berusaha untuk belajar. Tapi untuk kesekian kalinya Aku terabaikan di
tengah-tengah semangatku yang memuncak kini tiba-tiba rubuh.Sudah, sudah cukup, I never be the same….
Jujur,
kata sederhana yang diucapkan bibir-bibir tapi hingga kini itu tertutupi oleh
kecurangan-kecurangan yang ada. Aku ingin belajar jujur dengan diriku sendiri,
bukan masalah nilai melainkan janjiku untuku. Mungkin orang akan tertawa
mendengarnya, ya mungkin terlalu terdengar idealis oleh siapa pun, namun Aku
yang telah menelan kekecewaan ini tak kan pernah lagi sama. Entah idealis, entah
realistis, entah seperti apa orang memandangku, dan menilaiku. Aku yang masih
belajar jujur ini Aku tidak akan mengikuti mereka, Aku masih ingat akan
janjiku. Nilai memang salah satu indikator pencapaian seseorang, tapi ingat itu
bukan satu-satunya. Aku yang kecewa akan kejujuranku yang tak pernah dipandang
akan tetap berusaha untuk jujur. Banyak orang yang bernilai tinggi, tapi tidak
banyak orang yang jujur. Sampai saat ini Aku masih ingin menjadi salah satu dari
yang tidak banyak itu. Mungkin bukan sekarang, tapi Aku yakin suatu saat
nanti..akan ada orang yang akan mengerti akan semua yang Aku alami ini.
Kamis, 16 April 2015
Deep down
Simfoni kerinduan teruntai
Sayup-sayup senar mulai berdenting
Tersirat getaran jiwa yang tak mampu berkata
Irama hati terlantun
Menghalau sepi yang mendera
Heningpun terkikis
Diwaktu petikan nada
Iringi jemari ciptakan harmoni cinta
...sometimes i got feeling
when i'm not necessarily sad
but i just feel really empty
kind words can be short
and easy to speak
but their echoes are truly endless
ya, i'm a simple person
who hides a thousand feelings
Sayup-sayup senar mulai berdenting
Tersirat getaran jiwa yang tak mampu berkata
Irama hati terlantun
Menghalau sepi yang mendera
Heningpun terkikis
Diwaktu petikan nada
Iringi jemari ciptakan harmoni cinta
...sometimes i got feeling
when i'm not necessarily sad
but i just feel really empty
kind words can be short
and easy to speak
but their echoes are truly endless
ya, i'm a simple person
who hides a thousand feelings
Sabtu, 10 November 2012
Kesenjangan Pendidikan di Bumi Nusantara
Tujuan
pendidikan sejatinya adalah untuk membebaskan manusia
dari kebodohan dan kemiskinan. Seperti yang telah tercantum pada Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, dimana negara ini mempunyai tujuan dan
cita-cita yang mulia melalui sistem pendidikan nasional yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa dan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter serta
bermoral baik. Namun, pada faktanya Indonesia yang dikenal sebagai negara yang
berlimpah ruah sumber daya alamnnya, tidak diimbangi dengan kemajuan kualitas
sumber daya manusia yang dimiliki. Pendidikan yang merupakan titik sentral
dimulainya pencapaian integritas suatu bangsa nyatanya tidak dapat dinikmati
secara menyeluruh oleh generasi penerus di bumi nusantara ini. Jika kita
menengok lebih mendalam lagi, kesenjangan dalam dunia pendidikan di Indonesia
dapat terlihat dengan jelas.
Tidak jauh-jauh dari hal
tersebut, contohnya saja dapat kita bandingkan pendidikan yang di terima oleh
masyarakat Indonesia di daerah pedesaan dan di perkotaan. Dilihat dari
pendidikan yang di terima bagi orang-orang yang mengenyam pendidikan di kota
jauh berbeda dengan di desa. Misalnya saja di kota Jakarta dan Badung (Bali) yang
merupakan daerah pusat pembangunan, dengan mudahnya orang-orang yang masih
duduk di bangku pendidikan dapat menikmati fasilitas yang kian canggih untuk
proses belajar-mengajar. Internet sebagai salah satu media penunjang segala
informasi hingga ke dunia luar, kini keberadaannya sudah menjamur sehingga
sangat mudah untuk dijumpai dan diakses. Sementara itu, keadaannya justru
berbanding terbalik jika dibandingkan dengan daerah pedesaan contohnya di Kabupaten
Deiyai ujung timur wilayah Indonesia, yaitu daerah Papua. Banyak sekolah dasar
yang jangankan
untuk menikmati internet, bahkan untuk menikmati sarana seperti buku yang
lengkap, ruang kelas yang nyaman, dan akses menuju sekolah yang mudah itu pun
masih sekedar angan-angan bagi mereka yang berharap dapat menikmati pendidikan
yang lebih baik.
Itu merupakan salah satu
perbandingan daerah yang mengalami kesenjangan pendidikan. Namun, bagaimanakah
dengan daerah-daerah lain, seperti daerah pelosok dan daerah pedalaman dimana
pada umumnya daerah tersebut dihuni oleh mayoritas penduduk Indonesia yang
tidak mampu atau memiliki penghasilan perkapita rendah yang sama sekali belum
terjamah pendidikan yang berkualitas? Jika sudah seperti ini siapakah yang sepatutnya menjadi kambing hitam di atas permasalahan
yang terlihat sepele namun memberikan pengaruh yang besar bagi bangsa ini?
Terlihat miris benar di
tengah-tengah desakan derasnya arus globalisasi dimana negara-negara lain
sedang gencarnya berlomba-lomba meningkatkan ilmu pengetahuan, teknologi serta
sumber daya manusianya dengan menjunjung tinggi kualitas pendidikan yang
ditempuh, sementara kaum muda kita yang terbelakang belum tersentuh oleh
pendidikan formal justru terpuruk oleh ironi
kondisi dunia pendidikan yang terjadi di negara ini. Hak mereka yang
sebagaimana telah tertera pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) :
setiap warga negara berhak mendapat pendidikan telah terbukti belum
sepenuhnya mereka rasakan. Pemerintah yang memiliki andil besar sebagai
penggerak negara ini terkesan mengabaikan hak-hak warga negaranya yang belum
terpenuhi, padahal telah disebutkan pada Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (2) : Setiap warga negara wajib
mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Namun masih saja banyak
terdapat warga negara yang belum dapat meneguk haknya untuk mengenyam
pendidikan hingga bangku sekolah dasar. Hal ini jelas sangat berpengaruh pada
sumber daya manusia yang dihasilkan di Indonesia. Jika kondisi dunia pendidikan
di Indonesia terus berkelanjutan seperti ini, undang-undang dan segala
peraturan yang di buat oleh lembaga serta para petinggi di negeri ini hanya terlihat sebatas landasan filosofis
semata, seperti angin lalu tanpa diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata
bagi warga negaranya.
Negara yang
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran
pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja dari
daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional hendaknya
mampu dimanfaatkan secara optimal bagi pemerintah. Penduduk Indonesia dari daerah
terpencil sekalipun agar dapat menikmati pendidikan yang memang sudah
sepatutnya menjadi hak mereka. Maka dari itu, untuk mengurangi tingkat
kesenjangan yang begitu mencolok, pemerintah harus bersikap arif dan bijaksana
dalam menangani kesenjangan yang begitu mendarah daging di Indonesia.
Pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai serta di dukung
dengan tenaga pengajar yang profesional sebagai salah satu faktor penentu agar
nantinya dapat mencetak generasi bangsa
sebagai sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam berbagai bidang di zaman serba
kompetitif yang mau tidak mau menuntut manusia untuk lebih berpikir kreatif
guna menghantarkan bangsanya menjadi negara yang lebih maju, karena bagaimana
pun juga sumber daya manusia yang dihasilkan merupakan cerminan dari kemampuan
suatu bangsa itu sendiri.
Label:
By: Dina jiestha
Lokasi:
Bali-Indonesia
Selasa, 27 Desember 2011
Fenomena Alam
Moonbows / Pelangi Bulan
Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS. ( en.wikipedia.org )
Mirages / Fatamorgana
Fatamorgana muncul ketika cahaya terbias dan menghasilkan gambar dari suatu object atau langit padahal sebenarnya tidak ada. Fenomena ini biasanya terjadi di permukaan panas, seperti jalan aspal atau gurun pasir. ( en.wikipedia.org )
Noctilucent Cloud / Awan Noctilucent
Awan Noctilucent adalah awan yang sangat tinggi secara atmosfir yang membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi/menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak. ( en.wikipedia.org )
Mammatus Clouds / Awan Mammatus
Bentuk awan yang aneh ini sering diasosiasikan dengan badai, dan tidak dapat dimengerti sepenuhnya bagaimana awan ini terbentuk.
( en.wikipedia.org )
Fire Whirls / Pusaran Api
Fire whirls / pusaran api adalah tornado yang berputar terlalu dekat dengan kebakaran hutan atau pusaran yang terbentuk karena terdapat terlalu banyak panas di area tersebut. ( en.wikipedia.org )
Pyrocumulus Clouds / Awan Pyrocumulus
Awan Pyrocumulus adalah fenomena lainnya yang berhubungan dengan panas yang terbentuk karena panas yang meluas dan intens dari suatu daerah yang membentuk awan comulus. Gunung berapi, kebakaran hutan, dan ledakan nuklir (dalam bentuk mushrom clouds) adalah penyebab utama terjadinya pyrocumulus clouds. ( en.wikipedia.org )
Sun Pillars / Pilar Matahari
Sun
pillars / pilar matahari timbul ketika matahari yang tenggelam
memantulkan tinggi awan es pada lapisan yang berbeda. Hal ini
menghasilkan pilar cahaya yang tinggi menjulang hingga ke langit. sangat
mungkin juga untuk menyaksikan moon pilar atau pilar bulan. ( en.wikipedia.org )
Virga
Virga adalah fenomena yang terjadi saat kristal es di awan jatuh, namun menguap sebelum menyentuh tanah. Virga muncul seperti ekor / jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur. ( en.wikipedia.org )
Katabatic Winds / Awan Katabatic
Ini adalah angin yang membawa udara padat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi. Katabatic winds dikenal secara lokal sebagai santa ana (california selatan), mistral (mediterania), Bora (laut adriatic) Oroshi (jepang), Pitaraq(greenland), dan wailliwaw (tierra del fuego). Williwaw dan angin yang bergerak di atas antartika biasanya berbahaya, bertiup dengan kecepatan 100 knot. ( en.wikipedia.org )
Fire Rainbow / Pelangi Api
Fire rainbow adalah fenomena yang sangat jarang yang muncul hanya pada saat matahari sedang tinggi yang membuat sinarnya melewati awan cirrus yang tinggi yang berisi kristal-kristal es. ( en.wikipedia.org )
13. Green Ray
Juga dikenal dengan nama Green Flash. Fenomena ini muncul sangat singkat sebelum matahari benar-benar tenggelam dan setelah matahari terbit. Fenomena ini muncul sebagai kilatan / cahaya hijau diatas matahari yang berlangsung sangat cepat, biasanya hanya beberapa saat. Hal ini muncul karena pembiasan cahaya di atmosfir. ( en.wikipedia.org )
Lirik Lagu Tak Pernah Padam-Sandhy Sondoro
Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku
ooho dariku
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku
Di antara kita berdua
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam,
Tak pernah padam
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam
Api cintaku padamu wooo ooo yeah
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam...
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku
ooho dariku
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku
Di antara kita berdua
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam,
Tak pernah padam
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam
Api cintaku padamu wooo ooo yeah
Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam...
What a nice song! my favorite..
Langganan:
Postingan (Atom)



